gambar Tadabur Surat Ibrahim Ayat 32 dalam Perspektif Agroteknologi

Oleh Vidya Mar’atusholikha

“Allah menciptakan ruang angkasa dan bumi, dan diturunkan-Nya dari langit hujan, maka ditumbuhkan-Nya dengan air itu buah-buahan yang beraneka ragam, dan dimudahkan-Nya kepadamu bahtera yang berlayar dengan kehendak-Nya. Dan diserahkan-Nya kepadamu sungai-sungai.” (Terjemahan Ayat 32 QS. Ibrahim)

Bumi merupakan salah satu planet di tatasurya, yang memiliki keistimewaan. Keistimewaan itu adalah bumi merupakan tempat tinggal manusia, dimana manusia merupakan makhluk yang paling sempurna di antara ciptaan Allah yang lain. Bumi tersusun atas lapisan-lapisan yang menyusunnya yaitu kerak bumi, selimut bumi dan inti bumi. Masing-masing lapisan tersebut memiliki keistimewaan masing-masing yang dapat digunakan untuk menunjang kehidupan di alam, baik secara alami maupun buatan.

Inti bumi merupakan daerah pusat bumi yang terdiri atas campuran besi dan memiliki bagian luar yang disebut liquid berisi Fe, Ni dan S serta bagian dalam yang disebut Solid berisi Fe. Mantel bumi, merupakan bagian yang menyelimuti inti bumi yang terbentuk oleh 2 silikat yaitu Fe dan Mg. Kerak bumi merupakan bagian terluar bumi dengan kedalaman 10 – 70 KM (UPI, 2017). Kerak bumi terdiri dari samudra dan benua. Kerak bumi adalah tempat paling nyaman untuk ditempati oleh makhluk hidup seperti manusia, hewan dan tumbuhan.

Pada kerak bumi ini lah terdapat interaksi yang dipengaruhi oleh faktor biotik dan abiotik. Faktor biotik meliputi : manusia, hewan, tumbuhan dan keaneka ragaman hayati. Sedangkan faktor abiotik meliputi : tanah, iklim, udara dan topografi. Pada bagian kerak bumi ini lah, kegiatan seluruh makhluk berlangsung.

Seiring berjalannya waktu terdapat banyak fenomena atau kejadian alam yang disebabkan oleh aktivitas alam itu sendiri, maupun campurtangan makhluk hidup, sehingga dari fenomena tersebut menyebabkan terjadinya berbagai fenomena seperti terbentuknya pulau, gunung, danau, sungai dan lain sebagainya. Contoh bagian dari fenomena yang sederhana adalah proses terbentuknya tanah.

Berawal dari batuan beku yang mengalami pelapukan dalam kurun waktu lama melalui kerjasama dengan iklim, kemudian menjadi batuan sedimen yang mengalami pelapukan (biologi) – kembali menjadi bahan induk tanah, melalui pedogenesa menjadi tanah, mengalami erosi atau perubahan lingkungan (fisika) kemudian kembali lagi sebagai bahan induk tanah hingga menjadi tanah. Iklim dalam hal ini sebagai aspek pembentuk tanah memiliki beberapa sub aspek seperti fluktuasi temperatur dan kelembapan udara.

Menurut Gunawan Budiyanto (2014), rotasi bumi dan lintasan bumi dalam mengelilingi matahari menyebabkan timbulnya keragaman sinaran, panas dan energi yang masuk ke dalam orbit bumi. Pola bumi yang dinamis ini, menyebabkan perbedaan intensitas radiasi surya yang pada akhirnya menyebabkan terjadinya perbedaan kinerja komponen-komponen iklim (cahaya, temperatur, kelembapan, hujan dan angin). Iklim mempengaruhi segala sesuatu yang ada di ruang biosfer baik abiotik maupun abiotik.

Dengan demikian, kondisi ini menjadikan cuaca panas-dingin, basah-kering, sehingga memunculkan proses pelapukan. Iklim merupakan pemeran utama yaitu sebagai pedogenik utama dalam perkembangan tanah. Dari serangkaian proses pembentukan tanah, diketahui bahwa tanah merupakan sistem yang tersusun atas mineral, bahan organik, air dan udara yang memiliki porsi masing-masing. Kini tanah banyak digunakan untuk menunjang kehidupan manusia di bumi, sehingga tanah merupakan salah satu sumberdaya alam.

Manusia sangat bergantung pada daya dukung alam untuk mempertahankan dan melangsungkan kehidupannya. Adapun kebutuhan manusia yang sering kita dengar adalah sandang, pangan dan papan. Bahan pangan merupakan kebutuhan primer manusia untuk melangsungkan hidupnya. Salah satu sumber sandang, pangan dan papan yang dapat menyuplai manusia adalah sumber dari tumbuhan (plantae).

Menurut Diah Aryulina.dkk (2007) menerangkan bahwa tumbuhan dicirikan sebagai organisme eukariot multiseluler fotosintetik, memiliki klorofil, menyimpan karbohidrat dan memiliki embrio yang dilindungi jaringan parental. Di dalam dunia tumbuhan, dikelompokkan menjadi tumbuhan tidak berpembuluh (non tracheopyta) dan tumbuhan berpembuluh (tracheopyta). Tumbuhan tidak berpembuluh berupa lumut, sedangkan tumbuhan berpembuluh berupa paku-pakuan dan tumbuhan berbiji.

Manusia banyak memanfaatkan tumbuhan berbiji untuk keperluan sandang, pangan maupun papan. Tumbuhan berbiji merupakan tumbuhan heterospora, struktur megasporongia dan mikrosporongia yang terdapat dalam satu badan yaitu strobilus atau bunga.

Ketika membahas tumbuhan dalam perspektif  pertanian, yang terlintas dalam benak kita antara lain fotosintesis, fiksasi karbon, hubungan air, nutrisi mineral, fiksasi nitrogen hingga pada perolehan biomassa. Pada dasarnya pertanian merupakan kegiatan pemanfaatan energi matahari melalui proses fotosintesis. Sebagai sumber energi utama bagi manusia, fotosintesis telah memasok energi untuk makanan dan bahan bakar fosil yang memberikan tenaga untuk pembangkitan tenaga listrik dan banyak mesin lainnya.

Gardner P. Franklin.et all (2005) menerangkan bahwa studi tentang fisiologi tanaman segera menghasilkan penemuan bahwa produksi tanaman budidaya pada dasarnya bergantung pada ukuran dan efisiensi sistem fotosintesis, karena fotosintesis merupakan batu pijakan produksi pangan. Kita perlu memahami tentang ketersediaan energi untuk menunjang proses fotosintesis dan mempelajari bagaimana ciri anatomi dan proses-proses biokimia dalam tubuh tumbuhan berinteraksi untuk menangkap dan menyimpan energi.

Selain melalui bantuan energi fotosintesis, penyuplai paling penting  lain dalan keberhasilan produksi biomassa adalah media tanam, yaitu tanah. Tanah atau sumberdaya lahan merupakan faktor yang berperan penting dalam produksi biomassa, selain sebagai penunjanng fisika tumbuhan juga sebagaik penyuplai unsur hara atau vitamin bagi tumbuhan.

Ketika berbincang tentang unsur hara, berarti kita telah berbincang tentang proses biokimia pada tumbuhan dan tanah. Sejalan dengan pemaparan Rachman Sutanto (2014), bahwa ilmu tanah yang dilandasi dengan keilmuan kimia dan geologi dipelopori oleh pakar kimia dari Jerman, Justus von Leibieg (1840). Teorinya terkenal dengan hukum keseimbangan atau hukum minum Leibig yaitu takaran pertumbuhan tanaman diatur oleh faktor yang ada dalam takaran minimal dan naik atau turunnya sesuai dengan peningkatan atau penyusutan takarannya.

Sederhananya seperti ini, tanah merupakan tempat cadangan hara yang setiap saat diserap tanaman yang harus selalu digantikan dengan menggunakan pupuk kandang, kapur dan pupuk anorganik.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Allah menciptakan bumi dan tumbuhan tidaklah sia-sia. Ke duanya saling berasosiasi untuk terus melangsungkan fenomena fenonema alam yang sedang, akan atau telah terjadi.  Sebagaimana dijelaskan kembali dalam durat Al-Imran ayat 191, bahwa Allah menciptakan segala sesuatu tidaklah dengan keadaan sia-sia.


Sumber bacaan :

Al-Qur’an dan Terjemahan. Surah Al-Imran Ayat 191

Al-Qur’an dan Terjemahan. Surah Ibrahim Ayat 32

Diah Aryulina,dkk. 2007. Biologi SMA dan MA. ESIS. Jakarta.

Gardner P. Franklin.et all. 2005. Fisiologi Tanaman Budidaya. Universitas Indonesia Press.   Jakarta.

Gunawan Budiyanto. 2014. Manajemen Sumberdaya Lahan. LP3M UMY : Yogyakarta.

Rachman Susanto. 2014. Dasar-dasar Ilmu Tanah dan Konsep Pemanfaatannya. Kanisius. Yogyakarta

Universitas Pendidikan Indonesia. 2017. Interior Bumi. https:// http://www.google.com/ url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://file.upi.edu/Direktori/FPMIPA/JUR._PEND._FISIKA/197712082001122-MIMIN_IRYANTI/ BUMI_% 255BCompatibility_ Mode%255D.pdf&ved= 0ahUKEwioxcDC_N3SAhXEnpQKHRYnDFsQFggbMAE&usg= AFQjCNGfGsKiuL8blvy7QjVqYYuYpG_kyg&sig2=3sDJb79i6P-wJA2XSqGCNQ. Diakses pada 17 Maret 2017.

pada 17 Maret 2017.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s