gambar IMM A.R BERGERAK !; MENUJU KEMANA ?

IMM A.R BERGERAK !; MENUJU KEMANA ?[1]

Oleh : Rifqi Khoirul Anam[2]

 

1. Maju Tak Gentar Membela Yang Benar

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cabang Abdul Razaq Fakhruddin Kota Yogyakarta atau kemudian akrab disapa IMM A.R, memiliki peluang besar untuk menjadi gerakan penolong kesengsaraan umum (PKO). Seperti induknya (Muhammadiyah), yang lebih dulu bergerak. Teologi Al-Ma’un yang dipahami kyai Dahlan, menjadi dasar gerakan Muhammadiyah dalam perjuangannya mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muktamar Muhammadiyah ke-46 memutuskan tentang visi pengembangan pemberdayaan masyarakat yang dilandasi spirit Al-Qur’an surah Al-Ma’un.

“Meningkatkan kapasitas, daya saing, posisi tawar, dan intensitas pemberdayaan masyarakat berbasis misi Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) dan gerakan Al-Ma’un, menuju kehidupan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadaban”.[3]

Berdasarkan hasil Muktamar tersebut, Muhammadiyah khususnya Majelis Pemberdayaan Masyarakat mencanangkan Jihad Menegakkan Kedaulatan Pangan (JKMP) dengan berbagai landasan yang melatarbelakangi serta menyusun konsep dan strategi pelaksanaannya. Oleh karena itu, IMM A.R yang secara wilayah administratif berada di Yogyakarta, daerah yang sangat potensial untuk digarap, IMM A.R sangat penting untuk ikut serta dalam spirit jihad tersebut.

Belum lagi IMM A.R terkenal dengan sebutan lahan intelektual, sudah saatnya merealisasikan geraknya kewujud gerakan yang lebih nyata. Karena Ilmu adalah Amaliah dan Amal adalah Ilmiah (Penegasan IMM : 5), maka mari kita amalkan intelektual Ikatan menuju gerakan konkret. Dalil Al-Qur’an, Keputusan Muhammadiyah, dan Penegasan IMM telah menjadi landasan arah gerak IMM A.R sebagai gerakan penolong masyarakat terdindas. Ditambah selama ini telah banyak kajian-kajian mengenai pembebasan kaum lemah tersebut, meski belum sampai kepada strategi dan praksis yang istiqamah.

2. Maju Tak Gentar Hak Kita Diserang

Gerak praksis IMM menjadi gerakan penolong melalui pemberdayaan masyarakat menjadi sangat penting dan harus segera diaplikasikan, mengingat beberapa alasan yang melatar belakangi. Pertama, adanya ASEAN Economy Community yang dibuka mulai 2015 akan mengakibatkan persaingan bisnis yang ketat. Produk luar negeri akan semakin mudahnya masuk pasar Indonesia sehingga akan mencederai produk lokal Indonesia. Produk luar akan mendominasi pasar dengan harga yang lebih murah dibandingkan produk lokal. Hal tersebut dikarenakan biaya produksi produk lokal lebih tinggi dibanding produk luar yang menciptakan roduk skala industri dan dibuat dengan kuantitas yang lebih besar.

Produk Indonesia yang sebagian masih berupa hasil pertanian yang umur ekonominya pendek, akan hancur pasarnya ketika banyak produk luar masuk secara bebas di Indonesia. Hal itu sangat merugikan petani sebagai produsen yang telah bekerja keras namun tidak dapat menjual produknya dengan laba, malah rugi. Petani Indonesia diserang oleh kaitalisme global, oleh karena itu petani merupakan kaum lemah yang harus diselamatkan.

Tidak hanya AEC, pembangunan bandara internasional yang akan dilakukan di Kulon Progo juga telah dan akan menghilangkan lahan ribuan petani. Petani akan kehilangan profesinya dan menjadi miskin. Petani Indonesia dimiskinkan paksa oleh kebijakan birokrat yang menjeratnya.

Belum lagi masalah tambang di Kulon Progo, yang kian maraknya merusak lahan pertanian untuk diambil batuan serta pasir berkandungan besi. Baik tambang legal maupun illegal telah merusak tanah secara ekologis juga secara social telah menghilangkan lahan petani dengan ganti rugi yang sedikit.

Berbagai permasalahan menyelimuti Indonesia, khususnya di D.I Yogyakarta, baik kasus perusakan lingkungan maupun praktek-praktek proyek kapitalis yang menghilangkan hak-hak kaum lemah. Atas dasar itu, IMM A.R sudah saatnya berperan dalam pembebasan kaum tertindas.

3. Maju Serentak Mengusir Penyerang

Banyak gerakan sosialis telah mendahului gerak IMM dalam memperjuangkan hak kaum mustad’afin. Di Yogya, beberapa gerakan yang didominasi oleh sastrawan dan seniman, seperti Gerakan Literasi Indonesia (GLI), Komunitas Rangka Tulang, Teather 42 dan lain-lain (baca;Solidaritas Budaya untuk Masyarakat Urutsewu) telah melaksanakan program pemberdayaan kepada masyarakat Urutsewu yang tengah berada pada masa konflik sengketa tanah antara petani dan militer.

Di Kulon Progo juga terdapat program pemberdayaan yang dilakukan oleh aliansi gerakan mahasiswa DIY. Masih banyak lagi gerakan pemberdayaan yang focus mereka terhadap pemberdayaan masyarakat serta perbaikan lingkungan.

Muhammadiyah telah memiliki Majelis Pemberdayaan Masyarakat yang tengah membina pedesaan untuk lebih dikembangkan potensinya. IMM sebagai Ortom Muhammadiyah yang menyatakan bahwa fungsi IMM merupakan eksponen Mahasiswa Muhammadiyah (Penegasan IMM:3) memang juga harus ikut berkontribusi dalam arah perjuangan membebaskan kaum lemah dari ketertindasan. IMM bersama-sama Muhammadiyah harus mampu berperan dalam menolong kesengsaraan dan membebaskan hak rakyat melalui pemberdayaan masyarakat.

4. Maju Serentak Tentu Kita Menang

Dengan terus menjalin jaringan dengan gerakan mahasiswa lain yang satu arah perjuangan, dengan Muhammadiyah serta berbagai lembaga terkait, IMM harus menjadi sebuah gerakan yang nyata. Gerakan pemberdayaan masyarakat merupakan arah perjuangan IMM A.R kedepan, dengan mengaplikasikan nilai keagamaan serta tidak meninggalkan intelektualitasnya. IMM harus selalu mengambil peran penting bagi terciptanya kondisi masyarakat yang baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur.

Billahi fii sabilil haq, Fastabiqul Khairat


[1] Artikel ditulis tahun 2014, untuk syarat pencalonan formatur IMM A.R Fakhrudin Kota Yogyakarta, pernah dipublikasi dalam forum Musycab IMM A.R Fakhruddin Tahun 2014 dan dipublikasi kembali untuk tujuan pendidikan

[2] Ketua Umum IMM FP UMY Peiode 2013-2014

[3] Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-46 tentang Visi Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat


SUMBER PUSTAKA 

Bagus-Susatyo. 2012. Rumusan Dan Arah Kebijakan Pimpinan Cabang Abdul Rozak Fachruddin Kota Yogyakarta Periode 2012-2013. Visi dan Misi Calon Ketua Umum. Dipublikasikan di forum Musycab IMM A.R Fakhrudin ke-X. Yogyakarta.

Makrus-Ahmadi. 2014. Geneologi Kaum Merah. MIM Indigeneous School Press. Yogyakarta.

Said-Tuhuleley. 2012. Muhammadiyah dan Pemberdayaan Masyarakat. JKMP. MPM PP Muhammadiyah. Yogyakarta.

Solidaritas Budaya Untuk Masyarakat Urutsewu. 2014. Pernyataan Sikap S-BUMUS;Press Rilies. Yogyakarta.

Wawancara : Solidaritas Budaya Untuk Masyarakat Urutsewu-tentang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di Yogyakarta. Pada bulan April 2014.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s