gambar LPKA kembali adakan Kajian rutin bersama UKM Se-UMY

Laporan Rizky Surya A

IMG-20160312-WA0002

Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) kembali adakan kajian rutin tiap dua bulanan di gedung Student Center Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (10/3/2016) kemarin. Di kampus UMY yang notabene sebagai amal usaha dari Muhammadiyah tentunya dalam setiap kegiatan harus didasari nilai-nilai islam tak kecuali kegiatan yang dilakukan di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), “dengan diadakannya kajian rutin ini diharapkan dapat meneguhkan kembali nilai-nilai islam dalam aktifitas kemahasiswaan” ungkap ketua LPKA Ir. Agus Nugroho, MP  dalam menyampaikan sambutannya.

Kajian yang dihadiri  perwakilan dari seluruh UKM se-UMY dan pimpinan LPKA ini di isi oleh Ustad MIftahul Haq, M.Si. Beliau menyampaikan tentang karakter apa yang harus dibangun jika ingin hidup mudah atau bahagaia, yang tak lupa juga disangkutkan dengan kehidupan mahasiswa di keorganisasian. Hidup itu pilihan jadi kita dianjurkan untuk berhati-hati dalam menentukan pilihan. Jika kita salah memilih, hidup kita mungkin akan tidak bahagia. Untuk itu perlunya karakter yang  harus dibangun untuk bisa memilih dan menjadikan hidup kita menjadi mudah atau bahagia.

Pertama, memiliki karakter suka memberi. Dengan memberi akan menimbulkan rasa kekeluargaan yang tinggi. Dalam kehidupan berorganisasi  hal ini jika diterapkan sangat membantu sekali dalam pengutan internal organisasi tersebut. Memberi tidak hanya berupa uang melaikan juga dapat dengan hal yang lainnya seperti memberi perhtian, senyum, ataupun kasih sayang. “Memberilah sebanyak-banyaknya jangan menerima sebanyak-banyaknya” itulah kutipan motivasi dari novel Laskar Pelangi.

Kedua, memiliki karakter taqwa. Taqwa disini adalah bagaimana kita bisa melihat masyarakat sekitar. Masyarakat sekitar adalah semua mahluk ataupun benda-benda yang diciptakan Allah, dengan kita melihat hal itu akan timbul rasa iman bahwa semua itu ada yang mengatur. Taqwa yang tdak didasari dengan keimanan sama saja tidak akan dinilai oleh Allah SWT. Dalam QS Al Imron: 134 ketaqawaan seseoang dapat dilihat dari perbuatannya yaitu ketika ia melakukan kesalahan maka kan segera bertaubat dan akan menggatikannya dengan berbuat kebaikan.

Ketiga, merasa selalu diawasi. Dengan kesadaran bahwa perbuatan kita selalu diawasi dan akan dimintai pertanggungjawaban, maka kita akan selalu bertindak dengan berhati-hati. Dalam menjalankan organisasi kesadaran semacam ini sangat dibutuhkan, misalnya dalam hal kehadiran dalam pertemuan, bisa saja anggota pada suatu organisasi tidak hadir dengan alasan sakit tapi ternyata ia justru asyik hanging out dengan temannya yang lain. Tentunya dengan miliki sikap selalu diawasi ini kejadian seprti itu tidak akan terjadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s