gambar Gerhana Matahari, Mensyukuri Kebesaran Allah Dengan Shalat Kusuf di UMY

 

Laporan Rohmatul Khafidl

IMG_20160309_070406_HDR

Pagi ini suasana ramai mulai terlihat di sekitar kamus UMY, banyak mahasiswa yang menuju ke kampus, tetapi bukan untuk kuliah melainkan para mahasiswa dan mahasiswi tersebut hendak melaksanakan sholat Kusuf atau sholat gerhana di kamus UMY. Seperti yang telah diketahui bahwa ada hari ini Rabu 9 Maret 2016 akan terjadi gerhana matahari total disebagian daerah di indonesia, berdasarkan data astronomi terdapat beberapa kota yang akan terlewati gerhana matahari total, seperti Palembang, Bangka Belitung, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk,Ternate dan Halmahera.

Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Pada saat terjadi gerhana matahari, piringan matahari tertutup oleh piringan bulan, sehingga bayang-bayang bulan jatuh ke permukaan bumi. Inilah yang menyebabkan di siang hari langit menjadi gelap seperti halnya pada malam hari.

Gerhana matahari total kali ini tidaklah terlihat di Yogyakarta, akan tetapi kampus UMY tetap melaksanakan sholat gerhana sebagai tanda bersyukur atas kekuasaan ALLAH SWT. Pelaksanaan shalat gerhana ini dilaksanakan oleh LPPI UMY berkerjasama dengan Takmir masjid KH Ahmad Dahlan, University Resident, dan Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah UMY.

Pelaksanaan sholat gerhana matahari dimulai pukul 06.30 WIB di Masjid KH Ahmad Dahlan Kampus Terpadu UMY, sebelum sholat dilaksanakan pertama panitia membacakan pengumuman mengenai tata cara pelaksanaan sholat gerhana matahari. Akhirnya setelah panitia memberikan pengumuman, sholatpun dimulai, pada shalat gerhana matahari kali ini dipimpin ( imam ) oleh Muhammad Abduh. Setelah selesai sholat gerhana matahari di lanjutkan dengan khotbah yang dibawakan oleh ustad Drs. Muhsin Haryanto, M.Ag.

Pada khotbah yang diberikan oleh ustad Drs. Muhsin Haryanto, M.Ag, beliau menyampaikan bahwa sehebat apapun kejadian gerhana, hal tersebut berarti menunjukkan kepada kita semua bahwa semuanya itu berada dalam koridor perintah Allah SWT. Tidak ada manusia yang bisa merancang atau menciptakan bulan maupun matahari, tapi semuanya adalah tanda kebesaran Allah. Firman Allah QS Yasin ayat 38, “Dan matahari beredar pada garis edarnya, demikian ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”.

Ustad Muhsin juga menyampaikan tanggapan manusia mengenai fenomena gerhana ini yang bermacam-macam. Ada sebuah pesantren, yang mengajak santrinya untuk berbondong-bondong berwisata melihat gerhana matahari dengan teropong-teropong canggih, namun tak mengajarkan santrinya untuk mengingat Allah dengan melaksanakan shalat gerhana. Padahal Rasulullah Muhammad SAW, jelas-jelas menyuruh umatnya untuk memperbanyak dzikir dan melaksanakan shalat kusuf ketika mengetahui peristiwa gerhana. Diakhir khutbahnya, beliau berpesan kepada umat Islam untuk menjadikan momentum gerhana ini untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s