gambar Alhamdulillah, Masih Ada Yang Mau Masuk Islam

8-13-1024x768
Mr. Bregas mengikrarkan Kalimat Syahadat (Doc. sangpencerah.com)

Ditengah maraknya perang saudara di tubuh Islam dan fenomena saling mengafirkan orang yang sudah bersyahadat, tak menghentikan niat Bregas Budhy Brata Sukardiman untuk masuk Islam. Jum’at (29/01) kemarin, warga Belanda yang awalnya non-Muslim tersebut mengikrarkan syahadat di Masjid At-Taqwa, Gedung Dakwah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya 62, Jakarta Pusat. Beliau adalah staff ahli keamanan negara.

Sekjen Mualaf Center Indonesia, Ustadz Hani Kristianto juga ikut hadir di Menteng. Beliau mengatakan ”Mr.Breegas masuk Islam atas kesadaran sendiri, tidak ada unsur paksaan”.

 

Dakwah Nabi meng-Islamkan orang kafir, dakwah dewasa ini mengafirkan orang Islam

Dahulu Rasulullah Muhammad Saw berda’wah mengajarkan Islam kepada masyarakat kafir (suku Quraisy) di Makkah. Perjuangan Rasulullah sangat keras, mengumpulkan satu persatu umat, untuk mengajaknya masuk Islam. Tidak banyak umat yang mau mengikuti ajaran Islam. Namun hujatan, cacian bahkan siksaan tidak lepas dari kehidupan Rasulullah kala itu. Rasulullah tak pernah marah, malah sebaliknya, beliau selalu mendo’akan orang yang menganiayanya.

Hingga akhirnya beliau bersama umat Islam yang masih sedikit itu berhijrah ke Madinah. Di Madinah, Rasulullah membangun peradaban Islam, memberikan tauladan yang baik kepada umatnya, agar kelak umatnya dapat ber-ittiba’ menirunya. Setelah umat Islam kuat secara kualitas dan kuantitas, Rasul bersama umat Islam kembali ke Makkah. Peristiwa itu yang dikenal dengan Fathul Makkah. Merebut dan membuka perdaban Makkah tanpa ada dendam dan tanpa setetes darahpun yang ditumpahkan.

Tapi coba lihat umat Islam saat ini, perang saudara berkecamuk, saling mengafirkan satu sama lain. Negara-negara Arab (Timur-Tengah), negara yang diamanahkan menjadi tempat kelahiran Nabi, yang bahasanya dipercaya untuk mewakili bahasa wahyu Allah (Al-Qur’an), kini kacau balau. Saling berebut kekuasaan, agama hanya digunakan sebagai dalil nafsu angkara murka.

Bahkan tidak hanya Arab, Islam di Indonesia yang dahulu pernah bersatu melawan penjajahan Belanda, kini terpecah belah terbawa dampak perebutan kekuasaan di Arab. Saling mengafirkan satu sama lain, dan menganggap golongannya sendiri yang paling benar. Saling mencari keburukan dari saudara Islamnya yang lain, kemudian diumbar lewat media, benar-benar memakan bangkai saudaranya sendiri.

Islam sekarang memang telah berbeda dengan Islamnya Nabi, Islam yang rahmatan lil ‘alamiin. Islam tanpa kebencian. Islam yang menjadi tauladan. Islam yang dihormati oleh kaum non-Islam. Melihat kondisi umat Islam sekarang, bersyukurlah, karena masih ada non-Muslim yang mau masuk Islam. (Erka)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s