Niat dan Konsistensi Kader Baru IMM FP UMY

 

Oleh : Rifqi Khoirul Anam

Perkaderan DAD, Pintu Gerbang Masuk IMM

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Fakultas Pertanian UMY (IMM FP UMY) baru saja menyelenggarakan Perkaderan Darul Arqam Dasar (DAD), Kamis-Ahad, 24-27 Desember 2015 lalu, di Kulon Progo. Perkaderan merupakan moment vital bagi organisasi perkaderan seperti IMM.

Di IMM, Perkaderan DAD merupakan perkaderan utama tingkat dasar dalam Sistem Perkaderan IMM (SPI). Jika diumpamakan, DAD bisa disebut pintu gerbang masuk IMM. Mahasiswa secara resmi dapat disebut ‘Kader IMM’ apabila telah melewati proses Perkaderan dasar ini.

Ibarat melewati ‘Pintu Gerbang’, peserta yang telah selesai mengikuti perkaderan DAD, kini telah masuk dalam ‘ruang’ organisasi otonom (Ortom) Muhammadiyah dan sekaligus sayap dakwah muhammadiyah dalam ranah Mahasiswa. Tidak berlebihan kiranya, apabila muncul pertanyaan bahwa pasca DAD, kemudian apa yang akan dilakukan oleh para kader baru itu ?.

Apa yang akan dilakukan oleh kader, tidak akan jauh dari niat dan motivasinya bergabung di IMM. Niat dan motivasi seorang kader sangat menentukan apa langkah selanjutnya dalam berproses menjadi kader.

Beda Latar Belakang, Beda Niat dan Motivasi

Perkaderan DAD yang dilaksanakan Pimpinan Komisariat IMM FP UMY kemarin, diikuti oleh 72 peserta (69 dari Fakultas Pertanian, 2 dari Fakultas Agama Islam dan 1 dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UMY). Tidak semua peserta berlatar-belakang Muhammadiyah, melainkan beraneka-ragam. Baik latar belakang pendidikan, keluarga maupun lingkungan, tidak sedikit dari mereka yang berasal dari latar belakang non-Muhammadiyah.

Tidak hanya latar-belakangnya, niat dan motivasi mahasiswa mengikuti IMM bermacam-macam pula. Ada yang ingin mengabdi, berjuang, mencari ilmu, mencari pengalaman, mengembangkan diri di IMM, bahkan ada yang ingin sekadar mencari teman atau mencari ‘keluarga’ di Kampus.

Beragam latar belakang, niat dan motivasi tersebut menjadi tantangan baru bagi Pimpinan Komisariat IMM FP UMY, atau Kader IMM yang telah lebih dahulu menjalani proses kaderisasi (senior). Bagaimana mereka harus mampu mengakomodir dan membina kader baru yang berbeda-beda itu, menuju tercapainya tujuan IMM (Mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlaq mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah), yaitu sosok/tokoh yang akan membawa cita-cita Muhammadiyah (Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya). Untuk itu, senior harus tangguh dan bekerja lebih keras untuk mencapai cita-cita besar itu.

Innamal a’maalu binniyaati

‘‘Innamal a’maalu binniyaatiSesungguhnya setiap amal itu (tergantung) pada niatnya[i] ”. Niat dan motivasi setiap individu kader baru memang berbeda-beda, namun setidaknya hadits Rasulullah SAW tersebut harus dijadikan pegangan, bahwa apapun yang kita kerjakan adalah tergantung pada apa yang kita niatkan.

Jika seorang kader masuk IMM untuk mencari ilmu, maka tidak lebih yang didapatkan adalah ilmu itu sendiri. Apabila ilmu yang dimaksud telah didapat, maka kader menganggap berprosesnya di IMM telah selesai, dan tidak menutup kemungkinan akan lepas dari IMM. Begitu pula kader yang masuk IMM untuk sekadar mencari teman baru, maka mereka tidak akan mendapatkan lebih dari sekadar teman untuk ngobrol saja.

Berbeda dengan apabila niat bergabung di IMM adalah untuk berjuang menegakkan Islam dengan mengabdi di IMM. Maka kader tersebut akan mendapatkan wadah bagi aktivitas yang akan dikerjakannya, entah itu dalam pengembangan keilmuan, pengembangan wawasan keagamaan, penguatan jaringan (link) dan tentu dari semua itu secara tidak sadar, seorang kader akan memperoleh pengalamannya dalam organisasi, serta yang lebih penting dari itu semua adalah ‘ridho Allah SWT’ akan selalu menyertainya. Oleh karena itu niatkanlah diri dalam ber-IMM dengan niat yang paling tepat dan tentunya niat yang tulus.

Komitmen dan Konsisten

Niat yang paling tepat bagi kader yang baru masuk IMM adalah niat pengabdian. Seperti apa yang dikatakan oleh KH. Ahmad Dahlan pada Muhammadiyah, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, Jangan mencari hidup di Muhammadiyah”. Jadi sudah sewajarnya bagi kader baru IMM, agar meniatkan diri sejak awal untuk mengabdi menghidupi IMM, menjalankan amanah organisasi demi tercapainya tujuan IMM dan Muhammadiyah. Niat tadi juga perlu dibalut dengan tekad atau komitmen yang kuat serta terus konsisten (istiqamah) melaksanakan kerja-kerja (perjuangan) sesuai dengan apa yang diniatkannya.

Komitmen seorang kader harus direalisasikan dengan amal perbuatan. Karena komitmen bukan sekedar untuk diucapkan. Ibarat seseorang menyatakan dirinya Muslim, maka konsekuensi setelah bersyahadat adalah melakukan kerja-kerja sebagai wujud kesaksiannya kepada Allah SWT dan Rasul-Nya. Maka kemudian umat Islam diperintahkan untuk melakukan Shalat, Puasa, Zakat dan kemudian ber-Haji ke Baitullah (Ka’bah). Begitu pula ketika seseorang menjadi kader IMM, setelah megikrarkan komitmen menjadi seorang kader, maka konsekuensinya adalah melaksanakan tanggungjawabnya sebagai kader dengan melakukan kerja-kerja organisasi.

Kerja organisasi tersebut untuk tahap awal adalah dengan memahami organisasi itu sendiri. Memahami tujuan organisasi, memahami kondisi serta gerak organisasi tersebut. Jika merujuk pada ‘Gen Pemikiran’ IMM Cabang Abdul Razaq Fakhruddin Kota Yogyakarta (Pimpinan di atas komisariat yang menaungi IMM FP UMY), maka tahun awal bagi seorang kader adalah menempuh tahap internalisasi gen induk. Yaitu, penanaman nilai Ke-Islaman (Ketauhidan), Ke-Muhammadiyahan dan Ke-IMMan. Internalisasi gen induk tersebut dimaksudkan sebagai upaya memahami prinsip dasar gerakan Islam IMM, sebagai landasan ideologis kader untuk melakukan kerja-kerja gerakan selajutnya. Internalisasi gen induk tersebut yang kemudian didalam tingkatan komisariat disebut juga dengan Kajian Inti Ideologis (follow up DAD).

Selanjutnya, ketahuilah bahwa IMM adalah sebuah organisasi yang tanpa kader yang terus berjuang didalamnya, IMM hanya sebuah simbol mati. Artinya, hidup dan matinya sebuah organisasi tergantung pada aktivitas kader didalamnya. Apabila kader aktif, maka organisasi tersebut akan tetap hidup dan terus bergerak. Maka sebagai seorang kader hendaknya jangan hanya menunggu apa yang akan IMM berikan kepadanya, namun bergeraklah mereka para kader dengan gerakan yang ‘progressif’.

Lurus dan Rapatkan Barisan

Dalam shalat berjama’ah, lurus dan rapatnya barisan merupakan syarat sempurnanya shalat. Begitu pula dalam berorganisasi, lurus dengan tujuannya, lurus dalam bergerak (terarah), serta barisan yang rapat (ukhuwah), merupakan cara menuju kesempurnaan berorganisasi. Dari 69 kader baru IMM FP UMY harus satu tujuan, masing-masing harus lurus dengan tujuan IMM, serta saling solid antar individu satu dengan yang lainnya. Maka insyaAllah, terbentuknya akademisi Islam yang berakhlaq mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah tidak mustahil dapat terwujud.

“Kepada kader baru IMM FP UMY 2015, Selamat Berjuang !!!”

 

Daftar Kader Baru IMM FP UMY 2015[ii]

No Nama Kader Gelar

Jurusan

1 Febi Ramadhan IMMawan Agribisnis
2 Hilmy P IMMawan Agribisnis
3 Indra Sulis Tiyonto IMMawan Agribisnis
4 M.Reza Pahlevi Lubis IMMawan Agribisnis
5 M.Rizqi Pratama IMMawan Agribisnis
6 Muhammad Farhan IMMawan Agribisnis
7 Muhammad Yusuf IMMawan Agribisnis
8 Nurdin Wiranata IMMawan Agribisnis
9 Sunardi IMMawan Agribisnis
10 Syaiful Anwar IMMawan Agribisnis
11 Wangsit Juniawan IMMawan Agribisnis
12 Andini Lolitasari IMMawati Agribisnis
13 Aprilia Mispa A IMMawati Agribisnis
14 Elita Khairunnisaa IMMawati Agribisnis
15 Ernawati IMMawati Agribisnis
16 Farah Dhuha Herdiani IMMawati Agribisnis
17 Hawarinnisa IMMawati Agribisnis
18 Iis Kuriana IMMawati Agribisnis
19 Inka S.Purnama IMMawati Agribisnis
20 Mauritzah Mu’tasimbillah IMMawati Agribisnis
21 Miftakhul Normalita IMMawati Agribisnis
22 Nia Khoirotul Fikriyah IMMawati Agribisnis
23 Ninta Oktias Sesti IMMawati Agribisnis
24 Poppy Desnianty IMMawati Agribisnis
25 Rasi Srigunting Mayang IMMawati Agribisnis
26 Rizka Restu Yuliwarman IMMawati Agribisnis
27 Selly Kaifiatul G IMMawati Agribisnis
28 Ulil Martinah IMMawati Agribisnis
29 Unggun Herninda Satti IMMawati Agribisnis
30 Wiwin Santika IMMawati Agribisnis
31 Zulhijjatul Apriliana IMMawati Agribisnis
32 Adi Bowo Laksono IMMawan Agroteknologi
33 Agung Nur Prabowo IMMawan Agroteknologi
34 Alif Prasetyo Aji IMMawan Agroteknologi
35 Aswinda Damar Prayoga IMMawan Agroteknologi
36 Dean Pratama IMMawan Agroteknologi
37 Febrian Dwi Prasetyo IMMawan Agroteknologi
38 Genar Robbaanii IMMawan Agroteknologi
39 Herdian Ageng Sadewa IMMawan Agroteknologi
40 Irfan Aris IMMawan Agroteknologi
41 M.Bahtiar Majid IMMawan Agroteknologi
42 M.Fadillah IMMawan Agroteknologi
43 Naufal Muhammad Iqbal IMMawan Agroteknologi
44 Rafif Nur Jawoto IMMawan Agroteknologi
45 Taufiq Hammam Permadi IMMawan Agroteknologi
46 Taufiq Utomo IMMawan Agroteknologi
47 Ulana Tabriza Almam IMMawan Agroteknologi
48 Wildan Zaky Muhammad IMMawan Agroteknologi
49 Yan Rizki Ersyam IMMawan Agroteknologi
50 Alia Hesti Fadila IMMawati Agroteknologi
51 Amalia Puji Etikasari IMMawati Agroteknologi
52 Amira Firza IMMawati Agroteknologi
53 Atika Farah Dhiba IMMawati Agroteknologi
54 Dian Kartika Oktaviani IMMawati Agroteknologi
55 Dwi Mulyani IMMawati Agroteknologi
56 Fariha Nur Baiti IMMawati Agroteknologi
57 Foury Azizah IMMawati Agroteknologi
58 Hanifa Amini IMMawati Agroteknologi
59 Istiqomah IMMawati Agroteknologi
60 Liafaza Oktaviani IMMawati Agroteknologi
61 Nardini Ayuningtias IMMawati Agroteknologi
62 Rachma Camelia Suratmi IMMawati Agroteknologi
63 Ratri Sekarsari IMMawati Agroteknologi
64 Retno Hardianti IMMawati Agroteknologi
65 Rina Hastini W IMMawati Agroteknologi
66 Rinda Ayu Budi K P IMMawati Agroteknologi
67 Siti Rohmah Rinayati S IMMawati Agroteknologi
68 Sri Budi Wijayanti IMMawati Agroteknologi
69 Syafira Fitria Hanum IMMawati Agroteknologi


[i] Hadist Riwayat Bukhori (no. 54, 2529, 3898, 5070, 6689, 6953), Muslim (no. 1907) dalam Matan Hadits Arba’in karya Imam An-Nawawi, Pustaka Ibnu Umar, hal. 8-9

[ii] Sumber : Bidang Kader PK IMM FP UMY

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s