Masih Kantin UMY; IMM Demo Bukan Soal Perut Lapar, Tapi Karena Sadar

Oleh : Rifqi Khoirul Anam

IMG-20151128-WA0000
Foto : Aksi Aliansi Mahasiswa UMY Peduli Kantin, Kamis (26/11/2015)

Aksi penolakan atas penggusuran kantin UMY yang kian memanas, memancing reaksi dari pihak Rektorat. Jum’at (27/11/2015) kemarin, salah seorang dari pihak Rektorat UMY melalui status di akun media sosialnya menyindir mahasiswa UMY yang masih disibukkan dengan urusan perut, sangat tertinggal dari mahasiswa di ASEAN yang siap tingkatkan kualitas akademik dan bahasa.

“Songsong MEA2015 dg ‘demo kantin’ …. IMM ikut juga”……….“Sementara 7 Negara ASEAN lainnya generasi mudanya udah siap2 tingkatkan kualitas akademik dan bahasa…kita masih ngurusin perut…..”

Ujar salah seorang pihak Rektorat yang saat ini sedang berada di Melbourne, Australia, dari akun facebook-nya, yang disertai posting-an foto aksi demonstrasi mahasiswa yang di gelar di depan gedung Rektorat (A.R Fakhruddin A) Kampus terpadu UMY.

Disisi lain, pihak Rektorat UMY yang lain, juga mengundang Career Development Center (CDC) dan Tata Usaha untuk mengikuti audiensi yang digelar Jum’at (27/11/2015) pukul 10.00 siang waktu setempat. Rektorat juga mengundang IMM dalam audiensi tersebut, sampai-sampai petugas kampus mendatangi langsung sekretariat IMM satu per satu, mencari kader IMM agar turut hadir dalam audiensi.

Dalam audiensi tersebut, Rektorat menyatakan kekecewaannya pada IMM karena keterlibatannya dalam aksi penolakan relokasi kantin tersebut. “Seharusnya IMM mendukung relokasi kantin, karena hasilnya nanti untuk kesejahteraan Muhammadiyah”, ujar pihak Rektorat. Dalam audiensi, Rektorat juga menyampaikan alasan-alasan Kampus melakukan kebijakan relokasi kantin, yang selama ini belum mahasiswa ketahui.

Kondisi yang seperti ini sangat menyudutkan IMM. Fungsi IMM sebagai Gerakan Mahasiswa (GM) bertolak belakang dengan posisi IMM sebagai Ortom Muhammadiyah. Sebagai GM, IMM mencoba bergerak membela kaum lemah, dalam hal ini, pedagang kantin UMY dan mahasiswa. Namun, penolakan IMM atas penggusuran kantin, membuat IMM terkesan tidak manut kebijakan dari induknya sendiri. Status IMM di Muhammadiyah menjadi perlu dipertanyakan. Padahal sebetulnya sah-sah saja IMM kritis terhadap induknya sendiri.

Kami kira IMM punya alasan mengenai keterlibatannya dalam aksi menolak penggusuran kantin ini. Dan jelasnya itu bukan sekadar urusan perut, bukan persoalan lapar. IMM melakukan aksi karena kesadaran. Bagi IMM, di saat yang seperti inilah waktu yang tepat untuk membangunkan UMY pada orientasi pendidikan Muhammadiyah. Dahulu KH. Ahmad Dahlan tidak mendirikan sekolah untuk mensejahterakan Muhammadiyah, bukan untuk mensejahterakan Amal Usaha, bukan untuk mensejahterakan Pimpinan Ranting atau Pimpinan Cabang. Pendiri Muhammadiyah mendirikan Muhammadiyah untuk memperbaiki umat, untuk mensejahterakan masyarakat luas. Muhammadiyah mendirikan PKU, Penolong Kesengsaraan Umum. Artinya dari Muhammadiyah untuk semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Bukan untuk mensejahterakan Muhammadiyah itu sendiri. Meskipun disisi lain memang perlu penguatan internal, terutama urusan kaderisasi.

Kita harus memandang bahwa demo yang dilakukan oleh kader IMM adalah wujud kecintaannya pada Muhammadiyah, juga pada UMY. Bahwa tugas sesama Mukmin adalah saling mengingatkan pada kebenaran (watawaasaubi al-haq). Demo yang dilakukan IMM sejatinya ingin mengajak Muhammadiyah dan UMY untuk mencoba menafsirkan ulang tentang apa sebetulnya indikator kampus yang maju dan bermutu.

Makna kemajuan kampus bukan pada ‘building’ atau pembangunan fisik semata, tapi pada pembangunan kecerdasan dan pola pikir mahasiswa, membangkitkan daya kritis mahasiswa, kepekaan mahasiswa terhadap kondisi masyarakat, dan keberanian mengkritik kebijakan yang kurang memperhatikan kaum lemah. Agar mahasiswa dapat menjadi manusia bermanfaat, agar mahasiswa menjadi khoiro ummat. Bukankah itu yang diinginkan Muhammadiyah?.

Selama ini tolak ukur kemajuan kampus adalah dibandingkan dengan kampus di ASEAN yang akademiknya berkualitas, yang mahasiswanya rajin memperkaya bahasa asing. Sedangkan di Kampus UMY, mahasiswanya masih jauh tertinggal dan kampusnya masih saja membangun citra, agar banyak mahasiswa yang berminat kuliah di Kampus ini. Padahal bisa diketahui sendiri, semakin banyak mahasiswa berarti harus semakin banyak ruang kelas, tempat parkir, kantin, kemudian harus memperbanyak gedung. Bahkan bukan tidak mungkin bahwa besok, UMY akan terus memperluas wilayahnya dengan menggusur masyarakat kampung di sekitar kampus. Bukannya mengamalkan yad’uuna ilal khoir, ya’muruuna bil ma’ruf, wa yanhauna ‘anil munkar untuk masyarakat di sekitar kampus, tapi malah merugikan mereka.

Mungkin pesan Ayahanda Said Tuhuleley (Allahu yarham) yang pernah dimuat di Majalah Gerbang LP3M UMY ini, dapat mengingatkan kita semua akan apa sebetulnya indikator sekolah bermutu.

Tuhan, barangkali ke depan kami harus merumuskan Indikator sekolah bermutu yang baru, yang sedikit-dikitnya terdiri dari dua hal, pertama, kualitas pelayanan akademik, dan kedua, kualitas empati pada rakyat miskin. Kami mungkin harus mengkampanyekan indikator ini terus menerus sehingga masyarakat akan menerimanya secara baik, sebagaimana mereka menerima ideologi sekolah mahal sekarang ini. Dan karena itu, kami akan menulis sebanyak-banyaknya: “Tolak Ideologi Sekolah Mahal”, dan dengan lantang akan kami teriakkan : “Tolak Ideologi Sekolah Mahal”. barangkali itu, Tuhan. (Said Tuhuleley)

Di akhir tulisan ini, kiranya UMY memang harus punya indikator sendiri tentang apa yang disebut ‘kemajuan kampus’, karena UMY adalah bagian dari gerakan Muhammadiyah yang katanya “BERKEMAJUAN”.

Kepada IMM, selama kalian masih berpihak pada rakyat, selama kalian masih membela kaum yang lemah, maka jangan pernah takut, jangan pernah ragu, karena ridho Allah juga menyertainya!, maka terus berjuanglah!.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s