Masyarakat Wiromartan Menggelar Merti Desa dan Ruwatan Bumi Urut sewu

Laporan Anggit Permadi

????????????????????????????????????
(Pemuda Karang Taruna Desa Wiromartan bergotong-royong memikul ogoh-ogoh)

Urutsewu Kebumen- Masyarakat Desa Wiromartan Kecamatan Mirit Kebumen berbondong-bondong membawa hasil bumi ke Pesanggrahan Elus, pendopo yang terletak 450 meter dari bibir pantai, untuk melaksanakan merti desa dan ruwatan bumi Urutsewu, Ahad (25/10/2015) yang lalu.

Acara tersebut diselenggarakan oleh warga dalam rangka memperingati “sasi Syura” (Tahun baru Islam), sekaligus syukuran hasil bumi yang melimpah. Acara tersebut diisi dengan Kirab Budaya, Parade Ogoh-ogoh, Lomba Sepeda Hias dan Kenduri Massal.

Acara dimulai ba’da dhuhur, dengan arak-arakan budaya dari lapangan Desa Wiromartan menuju pesanggrahan elus yang terletak di dalam area yang dipagar oleh TNI. Setelah arak-arakan kemudian sambutan-sambutan, juga diadakan acara do’a bersama untuk keselamatan dan kenyamanan desa. Kemudian dilanjutkan perebutan gunugan dan pembakaran ogoh-ogoh sebagai simbol pengganggu masyarakat urutsewu yang harus dihancurkan.

Berbagai lapisan warga tampak antusias memeriahkan acara tersebut, mulai dari petani, ibu-ibu yang memanggul hantaran, pemuda yang berdandanan ala raksasa dengan muka yang dihitamkan sebagai ciri khas. bahkan juga anak-anak yang juga ikut serta memeriahkan dengan mengayuh sepeda hias. Turut hadir pula berbagai tokoh warga dan juga berbagai aktivis peduli urut sewu.

Kepala Desa Wiromartan, Widodo Sunu Nugroho mengungkapkan “Merti desa atau sedekah bumi merupakan tanda syukur kita kepada Allah atas karunianya sehingga kita bisa mengelola bumi ini dan memberikan penghidupan pada kita. Disisi lain, kita sadar betul bahwa kita adalah bagian dari urutsewu yang terdiri dari 15 desa di 3 kecamatan di kabupaten kebumen yang saat ini sedang dilanda persoalan yang sudah dialami selama 10 tahun dan belum ada titik terang penyelesaian. Sehingga kami melihat bahwa ini harus diruwat jadi bahwa ada yang salah diurut sewu ini yang memerlukan campur tangan Tuhan. Nah ruwatan ini adalah bentuk do’a kami kepada Tuhan, agar Tuhan turun tangan untuk menyelesaikan persoalan ini karena manusia yang ada tidak pernah bisa menyelesaikan persoalan urutsewu ini sangat sederhana tetapi menjadi sangat rumit karena sesuatu yang tidak bisa kami pahami sehingga kami melihat ini harus diruwat” ujarnya saat diwawancarai pasca acara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s