Mewujudkan“PERTANIAN SATU”; Sebuah Upaya Pencerahan

Oleh : Rifqi Khoirul Anam – Akrab dipanggil Kiko – adalah Mahasiswa FP UMY angkatan 2011-Ketua Umum IMM FP UMY Periode 2013-2014 – Pimpinan Redaksi Media Loper Aufklarung 2014-2015- pernah menjadi “Peserta Setia” dalam Kongres KM FP UMY pada tahun 2012, 2013 dan 2014.

Pengantar

Ada permasalahan yang harus diselesaikan oleh seluruh Mahasiswa Fakultas Pertanian UMY. Diantaranya yaitu Kurangnya kesadaran berorganisasi sebagian besar Mahasiswa, Belum terwadahinya potensi-potensi Mahasiswa, Kurang hidupnya tradisi keilmuan dalam Fakultas, serta belum adanya Ikatan Alumni yang kuat. Permasalahan tersebut harus dijawab, terutama oleh Lembaga Mahasiswa Fakultas Pertanian UMY.

Forum Kongres KM FP UMY merupakan forum yang sangat menentukan, forum yang sangat tinggi, untuk merumuskan cita-cita besar mahasiswa Fakultas Pertanian UMY. Kongres KM FP UMY jangan sampai terjebak dengan hanya membahas hal-hal yang kurang penting, seperti suksesi kepemimpinan, saling menghakimi satu sama lain, saling mencurigai, atau lebih sempit lagi dengan memilih “Walk Out” (baca: mundur) dari kepengurusan, apabila tidak terpilih menjadi ketua DEMA. Itu hanya permasalahan-permasalahan kulit, bukan permasalahan sebenarnya yang seharusnya lebih diutamakan pembahasannya.

Harapan saya melalui tulisan ini dapat membuka hati dan fikiran kita bersama untuk “meluruskan kembali kiblat Mahasiswa Fakultas Pertanian UMY” cita-cita menggapai “PERTANIAN SATU” terus dapat diwujudkan. Saya sampaikan sekali lagi, dengan tulisan ini saya menegaskan bahwa :

  1. Tulisan ini ditujukan untuk peserta kongres KM FP UMY 2015, yang akan kembali melanjutkan forum pada Sabtu 20 Juni mendatang.
  2. Tulisan ini berisi kegelisahan-kegelisahan yang sering menjadi perbincangan yang berulang-ulang dalam setiap forum kongres.
  3. Tulisan ini memang bersifat subyektif atau dari satu sudut pandang saja, akan tetapi informasi-informasi yang tersedia berasal dari hasil analisis dan pengalaman dalam mengikuti setiap kongres sejak 2012 hingga kongres 2014, meskipun dilakukan dengan sederhana.

Saya sampaikan pula, kekurangan dari tulisan ini adalah penulis tidak mengetahui secara langsung keadaan kongres 2015, tapi tidak mengurangi semangat penulis untuk mencari informasi dari berbagai narasumber. Semoga pembaca sekalian dapat mengambil hikmah dari tulisan ini, apabila ada kekurangan dalam tulisan ini, kritik dapat sampaikan langsung kepada penulis agar menjadi bahan evaluasi. Terimakasih atas perhatiannnya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Salam Pertanian Satu

Weleri, 19 Juni 2015

Penulis

Pendahuluan

Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian UMY yang kemudian akrab disebut KM FP UMY menyelenggarakan kongres pada Sabtu-Ahad, 13-14 Juni lalu. Berbeda dengan kongres-kongres sebelumnya, kongres kali ini menyita waktu yang cukup lebih lama. Hal tersebut dikarenakan dialektika forum yang sangat bersemangat untuk membangun cita-cita Fakultas Pertanian UMY tercinta. Dialektika forum dalam permusyawaratan (kongres), menuntut forum kongres untuk di-pending sementara dan dilanjutkan pada Sabtu 20-21 Juni 2015 mendatang.

Tulisan ini akan menunjukkan bahwa budaya keorganisasian dikalangan mahasiswa Fakultas Pertanian masih rendah. Oleh sebab itu, keterlibatan seluruh komponen sangat dibutuhkan untuk membangun budaya organisasi mahasiswa. Semangat Persatuan sangat mendukung untuk menggerakkan budaya organisasi, untuk menghantarkan Fakultas Pertanian ke pintu gerbang menuju kampus muda dunia.

Apa KM FP UMY ?; Memahami Status Lembaga Mahasiswa dalam Fakultas

Keluarga Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Apabila kita ingin memahami status lembaga Mahasiswa dalam Fakultas Pertanian UMY, maka kita harus tarik satu persatu sejarah masing-masing lembaga, dimulai dari sejarah Lembaga Penaungnya, yaitu Fakultas Pertanian UMY.

Fakultas Pertanian UMY adalah salah satu Fakultas paling tua di universitas milik Muhammadiyah ini. Sejak UMY berdiri pada tahun 1981, UMY memiliki 2 Fakultas Eksakta karena itulah syarat berdirinya suatu Universitas. Fakultas Eksakta tersebut adalah Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian. Setelah semua persyaratan dipenuhi, Fakultas Pertanian mulai menerima mahasiswa pada Juli 1984[1]. Berdirinya UMY maupun Fakultas Pertanian UMY, tidak terlepas dari upaya seluruh komponen Persyarikatan Muhammadiyah, mereka semua berjuang baik dalam bentuk donasi harta, tenaga, fikiran, serta do’a. Oleh karena itu berbicara Sejarah Fakultas Pertanian UMY maka mau tidak mau harus menyinggung tentang Kampus UMY dan sejarah Muhammadiyah.

UMY adalah Kampus milik Persyarikatan Muhammadiyah, sebuah perkumpulan yang didirikan oleh KH. Ahmad Dahlan pada tahun 1912. Pendirian Kampus UMY merupakan salah satu upaya merealisasikan tujuan Persyarikatan Muhammadiyah yaitu “Menegakkan dan menjunjung tinggi ajaran Islam sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya”. Muhammadiyah dalam mewujudkan cita-cita tersebut mengutamakan pada 2 bidang, yaitu pendidikan dan kesehatan. Jadi jelas, UMY adalah ejawentahan gerakan Muhammadiyah dalam bidang pendidikan.

Dalam pelaksanaan kegiatan berkampus, UMY diatur oleh Qaidah Perguruan Tinggi Muhammadiyah (Qaidah PTM), termasuk organisasi-organisasi Mahasiswa yang ada di UMY harus berdasar dan mendapat izin yang sudah tertera di Qiadah PTM. Sehingga organisasi mahasiswa yang tidak termasuk dalam Qaidah PTM, hukumnya haram (dilarang) untuk menyelenggarakan organisasinya di Kampus UMY.

Qaidah PTM BAB XIV Tentang Mahasiswa dan Alumni Pasal 78 ayat (5) yang berbunyi :

(5) Organisasi kemahasiswaan yang berdiri di PTM adalah :

a. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah;

b. Organisasi lain yang diizinkan oleh Pimpinan PTM.

Sesuai dengan Qidah PTM diatas, maka Organisasi yang resmi ada di Fakultas Pertanian UMY pada saat ini adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Dewan Mahasiswa (DEMA), Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (HIMAGRO), dan Himpunan Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian (HIMASEPTA).

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM)

IMM adalah Gerakan Mahasiswa Islam sekaligus Organisasi Otonom dari Persyarikatan Muhammadiyah. IMM didirikan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muh) pada 14 Maret 1964 untuk mewadahi Mahasiswa yang sejalan dengan gerakan Muhammadiyah serta untuk melebarkan sayap Muhammadiyah dalam ranah Mahasiswa[2]. Hal tersebut juga tertera dalam butir 3, 6 Penegasan IMM yaitu : “Menegaskan bahwa fungsi IMM adalah Eksponen Mahasiswa dalam Muhammadiyah”. Oleh karena itu, sudah semestinya bahwa IMM ada disetiap kampus Muhammadiyah. Adapun keberadaan IMM dalam kampus non-Muhammadiyah adalah sebagai organisasi Ekstra. Lebih tegasnya, status IMM dalam Kampus Muhammadiyah dan tidak bisa diganggu-gugat adalah Ekstra yang diintrakan.

Di Fakultas Pertanian, IMM memiliki tugas yang cukup berat. Selain sebagai wadah kaderisasi Muhammadiyah, IMM menjalankan amanat dari pimpinan diatasnya, IMM sebagai Lembaga Mahasiswa harus melaksanakan tugas yang berat, yaitu membuat dan melaksanakan program-program keagamaan, serta bersama Lembaga Mahasiswa lain (DEMA, HIMAGRO, HIMASEPTA) membangun dan mengembangkan potensi mahasiswa dalam berbagai hal termasuk keilmuan, serta aktif dalam kegiatan kemasyarakatan. Hal itu sesuai dengan Trilogi IMM yaitu Keagamaan, Kemahasiswaan dan Kemasyarakatan.

Satu lagi hal yang penting, IMM juga memiliki tugas membantu terwujudnya tujuan Fakultas Pertanian, karena tujuan Fakultas Pertanian hampir sama dengan tujuan IMM yang berbunyi : “Mengusahakan terbentuknya akademisi Islam yang berakhlaq mulia dalam rangka mencapai tujuan Muhammadiyah”.

Dewan Mahasiswa

Berdasarkan Sejarah DEMA, yang tertulis dalam buku Nur Sayid Santoso Kristeva (seorang aktivis Gerakan Mahasiswa), DEMA adalah Gerakan Mahasiswa Intra Kampus. DEMA sangat independen dan merupakan kekuatan yang cukup diperhitungkan sejak Indonesia merdeka hingga masa Orde Baru berkuasa. Ketua DEMA selalu menjadi kader pemimpin nasional yang diperhitungkan pada zamannya. DEMA berfungsi sebagai Lembaga Eksekutif, sedangkan Lembaga Legislatif dijalankan oleh Majelis Mahasiswa. Masa kejayaan DEMA dan Majelis Mahasiswa di Indonesia berakhir pada tahun 1978-an ketika Pemerintah memberangus aksi kritis para mahasiswa dan DEMA dibekukan. Kegiatan politik di dalam kampus juga secara resmi dilarang. Kebijakan itu dikenal dengan nama Kebijakan Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK). Sebagai penggantinya, Lembaga dirubah menjadi Badan Koordinasi Kemahasiswaan (BKK).[3]

Sejak tahun 1990 nama Gerakan Mahasiswa Intra Kampus disebut dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) sebagai Lembaga Eksekutif dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sebagai Lembaga Legislatif.

Di Fakultas Pertanian, DEMA sebelum periode 2014-2015 berfungsi sebagai Lembaga Eksekutif yang merangkap Legislatif. Ketika Kongres KM FP UMY tahun 2014 disepakati bahwa Lembaga Mahasiswa Fakultas Pertanian membutuhkan Lembaga Legislatif independen agar aspirasi mahasiswa dapat tertampung. Untuk upaya transisi menuju pendirian lembaga Legislatif, pasca Kongres, DEMA memiliki tugas untuk menyiapkan sumberdaya manusia (SDM) untuk nantinya mengisi Lembaga Legislatif yang akan dibentuk pada kongres selanjutnya yaitu Kongres 2015. Untuk menyiapkan SDM tersebut, DEMA membuat bidang, divisi, atau departement khusus untuk melatih mahasiswa-mahasiswa menuju pembentukan Lembaga Legislatif tersebut. Bidang, divisi atau departement tersebut berlaku hanya untuk sementara sampai kebutuhan sumberdaya Legislatif tersiapkan.

Himpunan Mahasiswa Jurusan

HMJ adalah organisasi mahasiswa intra universiter di Indonesia yang terdapat pada jurusan keilmuan dalam lingkup fakultas tertentu. Umumnya bersifat otonom dalam kaitannya dengan organisasi mahasiswa ditingkat Fakultas seperti Senat Mahasiswa dan BEM. Kegiatan HMJ umumnya dalam konteks keilmuan, penalaran dan pengembangan profesionalisme.

Di Fakultas Pertanian UMY, terdapat 2 HMJ, yaitu : HIMASEPTA yang mewakili Program Studi Agribisnis dan HIMAGRO yang mewakili Program Studi Agroteknologi. Fungsi keduanya sama yaitu wadah mahasiswa dalam konteks keilmuan, penalaran dan pengembangan profesionalisme, sesuai dengan jurusan masing-masing.

Budaya Organisasi di Fakultas Pertanian UMY

Kesadaran Organisasi Mahasiswa Fakultas Pertanian dapat dikatakan masih rendah. Meskipun cukup banyak juga mahasiswa yang aktif menghidupi organisasi-organisasi, namun itu tidak lebih dari 20% dari seluruh Mahasiswa Fakultas Pertanian UMY. Belum diketahui apa yang mempengaruhi kurangnya kesadaran itu, namun yang terpenting adalah bagaimana mencari solusi agar kesadaran organisasi semakin meningkat.

Sebelum tahun 2011, pengurus Lembaga Mahasiswa FP saling merangkap karena kekurangan sumberdaya manusia. Pengurus DEMA juga merangkap menjadi pengurus HIMAGRO maupun HIMASEPTA.  Pengurus DEMA juga merangkap menjadi pengurus IMM atau sebaliknya. Hanya segelintir orang itu saja yang menjadi pengurus sekian Lembaga Mahasiswa. Begitulah kondisi dimasa itu.

Kongres KM FP UMY dari masa ke masa

Kongres Keluarga Mahasiswa FP UMY dari tahun ke tahun memiliki tanda cerita masing-masing. Pada kongres tahun 2012 yang pernah penulis ikuti, terlihat budaya organisasi yang masih kurang, baik dari segi administrasi maupun loyalitas anggota. Pada saat itu periode kepemimpinan DEMA diketuai oleh Wisnu Sapto Nugroho. Segala upaya dilakukan untuk merangkul seluruh anggotanya, untuk merangkul seluruh mahasiswa Fakultas Pertanian untuk saling membangun, namun upaya tersebut menjadi tantangannya yang sangat berat. Bahkan hingga di forum kongres KM FP UMY terlihat beratnya usaha ketua DEMA beserta sebagian pengurusnya untuk mengajak pengurus lain untuk mengikuti kongres. Beberapa orang pengurus pada saat itu tidak dapat menghadiri kongres tanpa alasan yang jelas.

Kedua, secara administrasi juga terdapat permasalahan, yaitu kurang tertibnya laporan keuangan dan tata tertib persidangan.

Kami sampaikan kepada pembaca, bahwa tulisan ini bukan untuk menilai atau menghakimi kepengurusan Lembaga, namun mencoba membuka fakta kurangnya budaya organisasi di kalangan mahasiswa agar menjadi bahan evaluasi bersama.

Permasalahan tersebut tidak hanya mendera DEMA, namun juga Lembaga Mahasiswa lain, IMM yang krisis kader, HIMAGRO yang ketua sebelumnya naik tingkat ke Sekretariat Jendral (Sekjen) FKK HIMAGRI sehingga sempat terjadi kendala hingga HIMAGRO harus mengadakan kongres luar biasa, serta HIMASEPTA yang hampir tidak memiliki anggota sehingga banyak program yang tidak berjalan.

Hasil kongres KM FP UMY dan Kongres Luar Biasa HIMAGRO pada waktu itu mengamanahkan Ian Haryanto sebagai ketua DEMA (calon tunggal ketua DEMA, karena krisis calon pemimpin dikalangan mahasiswa Fakultas Pertanian), M. Hafiz A. sebagai Ketua HIMASEPTA dan Abdul Rohim sebagai Ketua HIMAGRO. Ketiganya bersama ketua IMM yang terpilih Satrio Widi Purboyo bersama-sama ingin membangun semangat persatuan, semangat organisasi untuk bahu-membahu membangun Fakultas Pertanian UMY. Terlebih karena kedekatan keempat orang tersebut yang periode sebelumnya bersama-sama menghidupkan IMM.

Periode kepemimpinan Lembaga Mahasiswa 2012-2013, masing-masing saling berkompetisi untuk membangun budaya organisasi mahasiswa Fakultas Pertanian hingga tiba waktu untuk kongres 2013. Pada kongres tersebut terpilih Gilang Dwi Sumarno sebagi Ketua DEMA, Aditya Yudha R. di HIMAGRO, dan Rohandi Aziz di HIMASEPTA. Kedekatan personal antar pengurus Lembaga kala itu sudah cukup terbangun. Bahkan Rohandi Aziz dengan Rifqi Khoirul Anam, ketua IMM, sudah punya rencana menghapus jurang pemisah antar Lembaga Mahasiswa sejak menjadi mahasiswa baru. Niat baik tersebut didukung oleh karakter kepemimpinan Gilang Dwi Sumarno. DEMA kala itu mampu menjadi jembatan yang menghubungkan Lembaga Mahasiswa lain. Rapat koordinasi antar lembaga sering dilakukan, hubungan struktural maupun kultural terjalin dengan baik. Semangat persatuan antar Lembaga tetap harmonis hingga kongres KM FP UMY tahun 2014.

Kongres 2014 seperti telah dijelaskan diatas, memutuskan upaya pembentukan Lembaga Legislatif, guna semakin menguatkan budaya organisasi di Fakultas Pertanian UMY. Ngurah Agus terpilih menjadi ketua DEMA, di HIMASEPTA terpilih Hanif Nafiah, sedangkan HIMAGRO terpilih Dwi Putra. Pada periode ini IMM seakan jalan sendiri, Lembaga lainpun disibukkan dengan kegiatan masing-masing. Program yang dilaksanakan secara kerjasama lembaga hanya sebatas dalam forum formal, namun esensi kebersamaan kurang terjalin dengan baik. Mungkin pengurus Lembaga sudah mengupayakan semangat persatuan, namun sebagian besar anggota/pengurus Lembaga tidak merasakan nikmatnya kebersamaan yang semestinya ada.

Kini tibalah akhir kepengurusan KM FP UMY dengan diselenggarakannya kongres 2015. Kongres tahun ini berbeda dengan kongres-kongres sebelumnya. Rasa curiga-mencurigai, rasa mementingkan golongan masing-masing muncul dan memanas. Forum kongres memang untuk dialektika pertarungan gagasan, tapi bukan pertarungan antar kelompok masing-masing. Semangat persatuan mahasiswa Fakultas Pertanian terpecah belah. Bahkan hingga mengancam walk out apabila kelompoknya tidak bisa menjabat di DEMA. Itu sudah sangat kepentingan politis yang kotor.

Sudah saatnya saling menikam teman sendiri itu dibuang. DEMA merupakan kendaraan yang sangat strategis untuk menyatukan Lembaga Mahasiswa di Fakultas Pertanian, untuk menyatukan mahasiswa Fakultas Pertanian. Jangan ada kepentingan golongan yang masuk di DEMA. Ketua dan Pengurus DEMA harus mereka yang ikhlas mengabdikan diri, apabila DEMA hanya ajang untuk mencari citra, mendingan tidak usah mencalonkan diri, anda salah tempat. Semoga yang terpilih nanti adalah pemimpin yang tepat untuk DEMA, untuk kebaikan seluruh mahasiswa, untuk kemajuan Fakultas Pertanian.

 

Kongres; Kenapa HMJ dan DEMA harus dalam satu Forum ?

Harus diketahui bahwa pada dasarnya HMJ dapat menyelenggarakan kongres sendiri, karena memang statusnya otonom. Jadi kenapa harus dalam satu forum ?. Pertama, efisien. Kedua, efektif. Diantara kedua itu, yang lebih utama adalah “karena Pertanian Satu”.

 

998686_490535277694617_1235287989_n

Foto : Kebersamaan KM FP UMY; diambil pasca Acara Pelantikan KM FP UMY Periode 2013-2014

Hubungan IMM-DEMA Fakultas Pertanian UMY

IMM adalah Ekstra yang diintrakan oleh Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Jika memang statusnya menjadi intra kampus, maka keberadaan lembaga Eksekutif selain IMM tidak diperlukan lagi. Namun karena pekerjaan IMM menjadi terlalu berat, maka PTM menyadari betapa pentingnya Lembaga yang membantu tugas IMM untuk membantu menangani masalah kemahasiswaan.

IMM dan DEMA dari masa ke masa selalu menjaga hubungan baik. Hampir sepanjang perjalanan DEMA, ketua umum merangkap juga sebagai kader IMM. Periode 2013-2014 misalnya, Gilang Dwi Sumarno, juga merangkap sebagai kader IMM. Juga pada periode sebelumnya, Ian Haryanto, Wisnu Sapto N, Ilham Tonang dan lainnya. Hal itu tidak menjadi masalah, karena IMM dan DEMA memiliki visi yang sama diranah Fakultas Pertanian.

Apa kepentingan IMM dalam kongres ?

DEMA pada zaman kejayaannya selalu melahirkan tokoh-tokoh yang dipertimbangkan dikancah nasional. Sudah tentu menjadi seorang ketua DEMA berarti juga memegang amanah bangsa ini. Namun realita yang dihadapi dulu dan sekarang memang berbeda, kurangnya semangat mahasiswa untuk berorganisasi menjadi tantangan masa kini. Tidak perlu berwacana muluk dulu, karena yang harus kita kerjakan adalah membangun dan menggerakkan mahasiswa yang ada disekitar kita.

Hubungan IMM dengan DEMA adalah suatu ikatan persaudaraan yang sudah sejak lama tumbuh. Jika DEMA berada dalam permasalahan atau berada dalam kondisi yang kurang baik, maka IMM selalu berada dibelakangnya untuk membantu DEMA. Dalam hal apapun, ketika DEMA krisis kepemimpinan misalnya IMM dengan rela hati mengisi kekosongan kepemimpinan. Ketika DEMA memiliki kekuatan yang cukup dalam kepemimpinan seperti periode 2014-2015, IMM siap membantu meskipun hanya dari belakang. Hubungan baik itu sudah selayaknya dijaga, jangan sampai IMM dan DEMA terpecah belah.

Ketika kader IMM berada di DEMA, maka laksanakanlah tugas DEMA dengan sebaik-baiknya, apabila ingin kembali ke IMM, IMM membuka tangan lebar-lebar untuk menyambut saudara kita tersebut. “IMM ya IMM, DEMA ya DEMA. Ketika di IMM, bawa kepentingan IMM, sebaliknya ketika di DEMA silahkan bawa kepentingan DEMA, yang penting jangan saling menciderai dan juga ingatlah dimana tempat kau dilahirkan, disitulah tempatmu pulang”.

Epilog; Tugas Lembaga Mahasiswa Kedepan,

(Membangun Organisasi untuk Mewujudkan “Pertanian Satu”)

Oleh karena sebab diatas, perlu kita fahami bersama bahwa permasalahan yang harus dijawab oleh seluruh komponen dari KM FP UMY adalah :

1. Membangun Budaya Organisasi Mahasiswa

Budaya berorganisasi harus disebarluaskan kepada seluruh mahasiswa. Tidak boleh ada mahasiswa yang masih memandang sebelah mata akan keberadaan organisasi. Organisasi yang dapat mengayomi seluruh komponen mahasiswa, yang dapat mengajak agar semuanya dapat ikut terlibat didalam aktivitas keorganisasian merupakan kebutuhan masyarakat mahasiswa FP.

2. Membangun Citra Fakultas dari dalam

UMY sebagai kampus Muda Mendunia telah membuka jaringan yang luas kepada kampus-kampus diluar Indonesia, terutama kawasan ASEAN. Citra Fakultas Pertanian telah mendunia dihadapan masyarakat ASEAN. Namun apabila tidak didukung oleh pembangunan dari dalam, maka tidak ada gunanya Fakultas Pertanian menggelorakan suaranya kepada dunia, karena suara itu akan sama saja dengan omong kosong. Oleh karena itu tugas Lembaga Mahasiswa Fakultas Pertanian UMY adalah mendorong potensi mahasiswa agar bisa bersaing dikancah internasional. Hal itu dapat dilakukan dengan cara mewadahi seluruh potensi mahasiswa yang ada, baik itu dalam hal keilmuan, olahraga, seni budaya, riset dan lain sebagainya.

3. Mewujudkan “Pertanian Satu”

Semangat persatuan Mahasiswa Fakultas Pertanian menjadi hal yang sangat diidamkan oleh semua pihak. Jangan ada lagi kesenjangan antar organisasi. Siapapun yang menjadi pimpinan KM FP UMY hendaknya yang dapat merangkul semua golongan, agar semangat persatuan akan terus berkobar sampai kapanpun.

Semoga hal itu semua dapat terwujud.

[1] Jika kita hitung, maka tahun 2015 ini, maka Fakultas Pertanian pada bulan Juli depan genap berusia 31 tahun.

[2] Baca Buku Melacak Sejarah Kelahiran Dan Perkembangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah karya Noor Chozin Agham.

[3] Nur Sayid Santoso Kristeva Manifesto Wacana Kiri; Membentuk Solidaritas Organik

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s